Penipuan dan penipuan

Penipuan dengan konsep sosial engineering paling mudah dan efektif dilakukan. Karena konsep ini menggunakan konsep kelengahan dari pengguna alat bantu teknologi.

Mungkin dari awal sebelum mobile chat berkembang, sudah sering dilakukan pada sms, mms. Sebagai contoh sms INDOSAT (yang asli) lalu dibuat dari provider IND0SAT (O dari aslinya diganti dengan 0 nol).

Saat itu murni dari pihak pelaku penipuan mengirimkan sms tersebut. Saat ini menjadi berbeda, sejak adanya mobile chat seperti whatapp, bbm, maupun facebook chat. Penipuan ini semakin berkembang dikarenakan bantuan dari pihak pemilik mobile phone turut serta menyebarkan. Baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Semisal penipuan mengatasnamakan Garuda Indonesia, adidas, pajak.

Sebagai contoh dengan sengaja turut serta menyebarkan. Yaitu seseorang yang mendapatkan info promo dari sebuah perusahaan, promo tersebut terlihat menarik, tanpa memperhatikan tautan yang disertakan, orang tersebut meng klik tautan, maka secara tidak langsung membuka atau memberikan akses pada script yang disertakan. Maka seluruh orang dalam contact list akan menerima informasi tersebut.

Bagaimana dengan contoh yang tanpa sengaja. Pada saat seseorang sedang browsing, lalu ada pesan pop up dan tertekan tanpa sengaja. Maka orang ini akan menyebarkan iklan palsu tersebut.

Bagaimana menghindari penipuan ini, tindakan sederhana

  1. melihat keganjilan dari URL yang diterima
  2. Pastikan link yang diberikan jelas dengan cara mengetik ulang url yang diberikan, terutama situa penting seperti situs perbankan klikbca, mandiri, bni. Kadang kala url yang terlihat tidak sama dengan backgroind url.
  3. Pastikan tanda gembok dari situ benar2 teregister dan terdaftar pada domain situs bersangkutan.
  4. Yang paling penting jangan iaeng untuk mengklik tautan.