Untung rugi dalam moda transportasi umum

Setelah membaca artikel ini:

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190321233831-32-379612/jokowi-mrt-keputusan-politik-saya-dengan-ahok

Jadi teringat dengan salah satu kelas diskusi yang mengusung topik yang membahas tentang merugikan moda transportasi umum, akan memberikan dampak keuntungan.

Dalam diskusi tersebut pemerintah lebih baik merugikan moda transportasi umum agar memberikan dampak positif yang lebih besar. Jika sebuah moda transportasi umum harus untung dalam beroperasi maka sebuah daerah akan mengalami sebuah kerugian???

Dari pernyataan diatas maka banyak orang akan menjawab, jika moda transportasi umum merugi, maka moda tersebut akan segera gulung tikar???

Bagaimana jika moda transportasi tersebut untung, apakah mereka akan tetap beroperasi???

Sebuah untung dan rugi akan menjadi relatif, seberapa besar harga yang harus dibuat untuk menutupi biaya operasi dari moda tranportasi ini yang menjadi nilai penghitung bagi masyarakat untuk memilih antara moda transportasi umum dengan kendaraan pribadi. Jika nilai biaya yang dikeluarkan untuk moda transportasi umum > daripada biaya kendaraan pribadi, maka orang akan memilih moda transportasi pribadi.

Jika moda transportasi pribadi > daripada pengguna moda transportasi umum, maka akan memiliki beberapa efek domino yaitu

  1. pemerintah harus pengembangan jalan raya agar tidak terjadi kemacetan. Jika tidak dikembangkan maka roda akan berhenti berputar, jika dikembangkan kemana dan bagaimana melakukannya, apalagi jalan tersebut berlokasi di daerah yng terlah memiliki pemukiman yang padat. Akankah pemerintah akan membongkar gedung-gedung yang telah berdiri untuk dijadikan jalan raya ??
  2. Publik transportasi menjadi kosong, sehingga perhitungan agar mendapatkan sebuah keuntungan menjadi sebuah kerugian. Bagaimana meningkatkan keuntungan dari sebuah moda transportasi umum ??? Menaiki kembali tarif yang ada ???

Dari 2 contoh diatas akan menjawab sebuah kerugian bukanlah sebuah kerugian, karena akan memberikan nilai positif pada kondisi tertentu.

Pada saat biaya moda transportasi umum < daripada kendaraaan pribadi, maka akan mengarahkan seseorang memilih moda transportasi umum. Pada saat moda trasportasi umum penuh makan nilai kerugian menjadi lebih kecil.

Pada saat nilai pengguna moda transportasi pribadi menurun, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk membebaskan lahan dan membuat jalan raya baru dapat ditekan. Dari sisanya biaya inilah dapt digunakan untuk menekan kerugian dari moda transportasi umum.

Rugi dan Untung hanyalah sebuah sudut pandang. Menyadari sebuah kerugian merupakan sebuah keuntungan akan menjadi sudut padang yang berbeda.

RFID Future or Ancient Tech

Mengenang pada saat pertama kali mengenal teknologi saat tinggal disebuah apartment saat kuliah di states tahun 95an. Seluruh fasilitas dilindungi menggunakan akses kartu. Bagi penghuni yang terdaftar akan mendapatkan sebuah kartu tersebut.

Saat itu kita baru menggenal teknologi barcode atau magnetik, teknologi ini menjadi sebuah teknologi yang mewah. Mengapa menjadi teknologi yang mewah? Karena barcode diimplementasikan di supermarket sebagai media bantu mempercepat proses transaksi dan magnetik strip diimplementasikan pada dunia perbankan namun, RFID baru diimplementasikan pada area-area tertentu saja.

Informasi mengenai teknologi ini sangat minim saat itu, karena hanya segelintir perusahaan yang mengembangkan teknologi ini. Pada tahun 2000an banyak perusahaan china memproduksi milfare RFID dan diadakan seminar tahunan tentang teknologi ini di Singapore untuk daerah asia.

Berbagai design dan perencanaan dilakukan untuk pengimplementasikan produk ini. Pada awalnya teknologi direncanakan dipakai sebagai penganti barcode. Namun biaya produksi untuk 1 buah label menembus dikisaran harga 15rb rupiah perlabel, menyebabkan ketidak mungkinan untuk di implementasikan.

Pada seminar tahun 2002, perkembangan teknologi ini semakin dewasa, biaya produksi untuk sebuah label turun jauh mencapai kisaran harga 2500 rupiah per label. Perencanaan implementasi teknologi ini pada area supermarket semakin gencar dilakukan. Saat itu ide akan melabel setiap produk dengan RFID, baik hanya 1 botol shampo akan memiliki identitas sendiri dengan tujuan tidak hanya mempermudah mutasi dari produk, namun akan mempermudah mengenali produk palsu dari hasil isi ulang botol asli atau memang produk dari distributor. Saat itu konsep yang dilakukan yaitu produsen akan memonitor pergerakan dari produk mereka dari channel chain mereka sampai dibeli oleh pemakai.

Perkembangan teknologi ini dari segi harga tidak bergeser jauh pada tahun 2004, yang berkembang adalah teknologi reader dimana, reader yang ada dapat membaca sekumpulan label RFID yang ditumpuk secara bersamaan, sehingga tidak harus melakukan pembacaan satu persatu pada produk yang ada.

Amazon saat itu sudah mulai memperkenalkan perencanaan teknologi RFID pada chain perusahaan mereka, dengan implementasi teknologi ini untuk memonitor pergerakan dari produk mereka baik secara stok lokasi maupun perpindahan produk. Teknologi ini pula direncanakan untuk membangun modern market dengan mengurangi akan kebutuhan tenaga kerja.

Beberapa airport juga mengimplementasikan teknologi ini untuk mensortir bagasi penumpang. Kalau tidak salah bandara Hongkong telah mengimplementasikan, dimana setiap bagasi ditempelkan dengan label RFID. Namun, terlihat teknologi ini tidak tidak bertahan lama.

Perbankan mulai mengembangkan teknologi pembayaran berbasis RFID ini, bisa dilihat hampir seluruh perbankan maupun epayment menyediakan fasilitas ini, sampai merambah pembayaran jalan bebas hambatan.

Teknologi telah diimplementasikan pada modern market dan salah satu perusahaan yang mengimplementasikan produk teknologi RFID ini adalah Alibaba. Harga perlabel sudah menembus harga dibawah 500 rp perlabel.

Bagaimana dengan Amazon yang mengebu-gebu dengan teknologi ini sejak awal? Ups ternyata mereka telah mengembangkan teknologi pengindaraan dan mengangkat kembali teknologi barcode sebagai salah satu teknologi pendukung.

So. RFID akan menjadi teknologi masa depan?

Mari berbagi cerita dengan teknologi.

Diantara Kamera Manakah yang Terbaik?

Pada saat duduk santai disalah satu counter kamera milik seorang sahabat, datang seorang pembeli yang berkeinginan untuk melihat-lihat kamera yang ada.

Dalam komunikasi yang ada mulai terjadi pembicaraan mana kamera yang terbaik FUJIFILM atau SONY. Pembeli tersebut sudah pernah mencoba dan melihat hasil dari FUJIFILM dan merasa nyaman dengan kamera tersebut. Namun, teman disekelilingnya menyarankan untuk menggunakan SONY karena lebih baik.

Argumentasi ini merupakan argumentasi yang sejak jaman dahulu terjadi, dimana salah satu produk merupakan produk terbaik. Pada jaman mirror, CANON dan NIKON selalu menjadi topik argumentasi.

Pada kenyataan, kamera manakah yang terbaik?

Jawabannya sebenarnya sangat sederhana.

  1. Kamera yang terbaik adalah kamera yang sesuai dengan kebutuhan kita. Setiap kamera memiliki kelebihan masing-masing. Baik secara warna maupun pelengkap.
  2. Lihat disekitar kita, lingkungan mayoritas menggunakan kamera apa, karena semakin banyak teman yang menggunakan kamera yang sejenis akan memudahkan kita berdiakusi.
  3. Budget, merupakan hal yang paling penting, ini menyangkut apa tujuan dari kita membeli kamera dan seberapa canggih kamera yang kita butuhkan.
  4. Paling penting dari kepemilikan kamera adalah memahami fungsi-fungsi dari kamera itu sendiri. Banyak orang tidak memahami fasilitas yang ada, sehingga banyak dari mereka membutuhkan kamera yang canggih hanya untuk hal yang sederhana.
  5. Berlatihlah setiap saat, hasil yang maksimal kita dapat karena kita rajin berlatih dan mencoba dengan komposisi yang berbeda.

Manakah kamera yang terbaik? Apakah FUJIFILM, SONY, CANON, atau NIKON?

Semua kembali pada kebutuhan kita, karena semua kamera tersebut adalah kamera terbaik, hanya kita sebagai seorang pengguna yang buruk sehingga menghasilkan foto yang buruk. Jadilah pengguna yang baik sehingga menghasilkan foto terbaik.

UU, Aturan dan Ketertiban Berkendaraan

Negara kita memiliki undang-undang yang sangat lengkap dan bisa dikatakan sangat detail baik secara kejelasan dalam penjelasannya maupun penekanan.

Namun dengan undang-undang yang super ketat dan penuh dengan detail apakah akan menyurutkan niat seseorang untuk tidak melakukan pelanggaran?

Kecelakaan dan pelanggaran tetap terjadi baik didepan mata penegak hukum maupun kucing-kucingan antara penegak hukum dengan pelaku pelanggaran.

Sedangkan dibeberapa negara, undang-undang tidak seberapa detail, malahan bisa dikatakan sangat sederhana. Banyak orang takut melakukan pelanggaran bagaikan melihat hantu didepan mata, walaupun hantu tersebut tidak tampak.

Sebagai contoh sederhana. Di Indonesia, pengendara motor wajib menggenakan helm ber SNI (dengan penekanan), menggunakan GPS pada handphone kecuali GPS portable. Sedangkan di Amerika hanya mewajibkan menggunakan kaca mata hitam di siang hari dan menggunakan kaca mata bening dimalam hari. Namun kecelakaan di Indonesia mayoritas sering terjadi dan sampai meregang nyawa.

Kita sering melihat kendaraan menabrak pembatas jalan atau sisi lain dari jalan raya. Kecelakaan akan memberikan vonis kepada dinas terkait karena salah memasang perangkat. Jika dilihat pada saat awal pemasangan kondisi sesuai dengan aturan, namun setelah beberapa kali kecelakaan akan menjadi pembatas asal jadi.

Di Indonesia mungkin kita bisa melihat banyak polisi yang harus mengatur lalu lintas, kadang kala untuk 1 jalur membutuhkan lebih dari 4 polisi, akan tetapi kesemrawutan selalu tidak dapat dihindari. Baagaimana di negara lain, sebuah perempatan hanya diatur oleh seorang polisi yang berdiri ditengah-tengah perempatan. Kadang kala mereka sampai bertingkah bagaikan seorang penari untuk menghindari kejenuhan.

Mengapa bisa terjadi hal yang berbanding terbalik antara negara yang memiliki aturan yang lengkap banyak terjadinya pelanggaran, namun aturan sedikit memiliki tingkat pelanggaran yang rendah? Coba kita menelaah dari sebuah sejarah pendidikkan berlalu lintas.

Kita memiliki aturan bagi pengendaraan motor minimal berusia 17 tahun untuk mendapatkan surat mengemudi, namun ada uu (baca perjanjian) tidak tertulis dimana anak-anak sekolah diberikan kompensasi berkendaraan sendiri untuk tujuan kesekolah. Sedangkan negara yang tertib lalu lintas akan selalu memberikan seseorang berkendaraan setelah lolos dari ujian berkendaraan.

Di Indonesia orang bisa belajar berkendaraan dahulu dengan aturan sesuai dengan yang mereka anggap benar, baru dapat mengikuti ujian tulis dan praktek. Sedangkan dibeberapa negara, sebelum seseorang belajar mengemudi, maka orang tersebut harus lulus ujian tulis yang didalamnya mengandung aturan-aturan berlalu lintas, setelah mereka lulus ujian tulis maka akan diberikan surat ijin sementara untuk latihan berkendaraan dengan didampingi oleh orang yang telah memiliki surat mengendarai kendaraan. Setelah merasa mampu, maka mereka bisa mengambil ujian praktek.

Di Indonesia jalur memiliki banyak pengecualian, seperti aturan sederhana, dimana sebuah jalur memiliki tanda perboden atau dilarang masuk, namun dibawahnya akan tertulis KECUALI SEPEDA MOTOR. Sehingga membuat orang akan selalu berasumsi tanda dilarang masuk hanya berlaku bagi kendaraan roda 4. Negara lain memiliki aturan baku, dilarang masuk ya pasti dilarang masuk bagi siapa saja.

Penegak hukum pun banyak yang tidak memahami aturan yang mereka miliki. Sehingga sering terjadi timpang tindih. Kadang kalanya memang mempermudah agar proses mempercepat penguraian lalu lintas, namun akan mejadi kebiasaan yang legal bagi pengendara atas kompensasi pelanggaran. Semisal, diarahkan sepeda motor barbaris didepan lampu traffic, sehingga menjadi kebiasaan bagi pengendara untuk menumpuk diarea berbahaya tersebut.

Kembali ke cerita kecelakaan terhadapat beton pemisah daripada jalan 2 arah. Banyak pengendara yang menyatakan tidak melihat pembatas jalan tersebut pada saat terjadi kecelakaan, sehingga penjadi kesalahan bagi dinas terkait atas pemasangan tersebut. Memang kita sering melihat beton pembatas lambat laun berubah karena hancur atau rusak karena terbentur kendaraan yang melintas. Apakah menjadi kesalahan dari beton pembatas?

Seandainya seseorang mengetahui aturan seperti garis tanpa putus ditengah jalan, berarti seseorang tidak boleh melewati pembatas tersebut, seandai orang mentaat aturan tersebut maka orang tersebut tidak pernah berhadapan secara langsung dengan beton pemisah (beton pemisah berada di garia tersebut). Bagaimana dengan kendaraan yang menabrak beton tersebut? Sering menjadi hancur berkeping-keping karena mereka berkendaraan melebihi kecepatan maximal dari batas atas berkendaraan.

Mari tertib berlalu lintas untuk menjadi manusia yang tertib. Mari kita membuat aturan yang bertujuan untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan tertentu.

Sederhana itu indah.

9/11 Cafe

Sering melewatkan tempat ini, tertarik untuk singgah mengicipi kopi yang dimiliki. Namun, wacana tetap wacana yang tidak pernah sampai.

Jika meluangkan waktu untuk singgah sebelum menjemput anak sekolah, masih bisa tapi agak berat untuk datang sendirian walaupun sekedar mencoba secangkir kopi.

Hari ini kesampaian untuk singgah mengicipi secangkir kopi. Suasana cukup nyaman untuk bersantai ria dengan keluarga maupun teman-teman. Bagi perokok dapat duduk-duduk santai diluar, bagi yang suka dengan kesejukkan dapat duduk didalam. Area parkir cukup luas disisi belakang. Bagi yang berkeinginan untuk memangkas rambut, tersedia didalam cafe tersebut. Bahasa kerennya one stop shopping.

Cafe ini menyediakan makanan berat maupun cemilan. Namun, bagi pengemar kopi, hanya memiliki pilihan yang terbatas. Mayoritas kopi yang disediakan berbasis susu. Jadi penggemar kopi hitam kurang memiliki opsi.

Cafe ini menggunakan house blend dari roaster di seminyak yaitu Expat Roasters. Dapat dilihat di papan yang terselip didepan pintu maupun bungkusan dan label yang tertempel pada masing-masing bungkus kopi.

Setelah membaca menu, akhirnya pilihan jatuh pada Fast Beer Coffee. Nama yang seram karena namanya serasa berhubungan dengan minuman berakohol.

Pikiran tersebut harus dibuang jauh-jauh karena bahan dasar dari kopi ini hanya espresso, soda, susu dan tidak lupa es batu. Citra rasa dari kopi ini, serasa minum kopi nitro.

Jadi bagi yang ingin merasakan kopi nitro, bisa mencoba tempat ini. Sampai saat belum ketemu yang menyediakan kopi nitro di denpasar, selain starbuck (cold brew dari starbuck diinject dengan nitro).

Seandainya mereka menyediakan manual brew, bisa dipakai tempat nongkrong santai bagi pengemar kopi hitam.

Konsep Penipuan dengan Sosial Enginering dan Keilmuan Seseorang

Mungkin banyak orang menerima sebuah penawaran yang menarik yang dikirim oleh seorang kerabat, sahabat maupun teman. Baik dalam bentuk email, sms maupun melalui berbagai sosial media.

Namun, tidak semua penawaran yang menarik benar-benar dikirim oleh pemilik account/gadget yang sah, karena kemungkinan besar dilakukan oleh pihak lain melalui bot yang telah telah tertanam tanpa sengaja oleh pemilik gadget.

Mengapa bisa terjadi, padahal pemilik gadget telah memastikan tidak pernah menginstall virus, bot atau aplikasi berbahaya. Apalagi orang tersebut berpendidikan tinggi dan berpengalaman dibidangnya.

Trik penipuan dengan konsep Sosial Enginering tidak memandang seberapa tinggi ilmu yang kita miliki, apa bidang keilmuan kita, dan jabatan kita. Karena trik penipuan secara sosial enginering membutuhkan ketelitian dan mawas diri kita.

Kita harus dapat memilah sebuah kebenaran dari berita, ketelitian dari tulisan dan tidak segan untuk bertanya kembali kepada pihak yang mengirimkan.

Trik penipuan secara sosial enginering ini tidak terpaku hanya pada dunia teknologi, namun dikeseharian sering terjadi. Seperti transfer uang dgn jumlah besar tanpa sengaja karena merasa di hipnotis.

Apakah benar telah terjadi hipnotis? Mungkin tidak yang menghipnotis seseorang adalah sebuah gimik karena keserakahan.

Semisal lawan bicara kita mengabarkan seseorang memenangkan hadiah yang besar dan akan dilakukan transfer uang hadiah yg akan dilakukan secara langsung ke rekening pemenang. Maka alam pikiran kita akan berpikiran positif terhadap penipu tanpa memandang kenyataan atau hanya memenangkan hadiah dalam angan-angan semata.

Contoh lain yaitu seseorang memenangkan hadiah mobil BMW dari salah satu permen coklat dan mewajibkan transfer sejumlah uang untuk membayar pajak undian.

Dan salah satu contoh terkini yaitu seseorang mendapatkan tiket gratis dari penerbangan dgn cara mengklik tautan.

Mari kita mencoba menganalisa satu persatu. Semisal undian hadiah BMW dari perusahaan coklat yang cukup terkenal. Hal ini terjadi pada salah satu staf IT pada perusahaan telekomunikasi.

  1. Kita memenangkan undian BMW, apakah kita pernah mengikuti undian tersebut? Pada paat itu orang yang merasakan memenangkan undian tidak pernah mengirimkan undian, beli coklatnya saja tidak pernah.
  2. Apa promo undian pada saat itu, apakah sesuai dengan hadiah yang kita menangkan? Ternyata cek dan re-cak saat itu pihak perusahaan coklat memberikan gratis tour ke New York.
  3. Dimana undian tersebut diumumkan, apakah kita telah memastikan nama kita tercantum didalamnya? Ternyata undianya sudah lewat beberapa bulan yang lalu.

Cukup menarik bukan? Seseorang yang tidak pernah mengirimkan undiang telah memenangkan undian.

Mari kita lanjutkan dengan menganalisa tautan tiket gratis.

  1. Siapakah yang mengirimkan tautan tersebut, apakah tautan tersebut benar-benar dikirimkan oleh orang tersebut.
  2. Apa isi dari tautan tersebut apakah masuk akal atau tidak. Apakah airasia benar-benar lagi merayakan ulang tahun?
  3. Perhatikan tulisan dalam tautan tersebut apakah benar? Coba perhatikan tulisan tautan airasia. Perhatikan huruf i kedua pada airas[i]a patut dicurigai. Bagaimana dengan delta, perhatikan huruf a pada delt[a] sersa ganjil?
  4. Jgn klik secara langsung link tersebut. Lakukan pengetikkan ulang pada browser untuk menghindari script yg tersembunyi.

Ah ternyata teliti itu sederhana, tidak membutuhkan jabatan atau pendidikan yang tinggi.

Pohon Kopi Surabaya

Senin malam seharusnya temu janji dengan seorang teman untuk mencoba game board yang sedang dijalani. Apa daya jadwal pesawat, kegiatan tambahan dan jarak tempat menginap lumayan jauh dari tempat pertemuan. Akhirnya memutuskan untuk mencari makan malam disekitar tempat menginap.

Selanjutnya tidak ada kegiatan, sembari santai setelah makan malam, timbul rasa iseng untuk browsing di internet melihat kedai kopi disekitar tempat menginap. Ternyata disekitar tempat menginap ada kedai kopi bernama “POHON KOPI” yang menyediakan manual brew.

Seperti biasa langsung memesan moda transportasi kegemaran masyarakat Indonesia yaitu Go-Jek. Setelah berkomunikasi melalui telp, pengendara gojek merapat lalu menanyakan lokasi yang dituju. Dikarenakan tidak memahami lokasi, bentuk penampakan dan rute yang harus dilalui, maka menyerahkan sepenuhnya pada pengendara gojek dengan map digitalnya. Setelah dipelajari secara seksama, dan meluncur ke tekape.

Beberapa menit kemudian setelah menyusuri jalan-jalan perumahan, pengendara gojek mengatakan tempatnya disekitar sini. Langsung mata terbuka untuk turut serta mencari dan tidak terlalu susah, penampakkan dari sosok kedai kopi teramati dari cahaya kuning logo kedai tersebut.

Kedai kopi “POHON KOPI” tampak minimalis, dengan sebuah bangku kayu didepan dan beberapa bangku didalam. Teramati beberapa pelanggan yang sedang duduk santai. Terlihat mereka sudah saling kenal dan akrab. Barista turut serta bercengkrama dengan pengunjung.

Dimeja barista terpampang piala-piala, terlihat kedai tersebut sering mengikuti perlombaan. Disamping piala terdapat mesin kopi dari merek terkenal dan beberapa botol kopi beserta kopinya yang berasal dari lokal maupun interlokal. Seperti timor timur, sumatra maupun brasil. Binggung juga mau mencoba yang mana karena banyak pilihan. Solusi sederhana yaitu memilih kopi yang mungkin belum pernah di coba yaitu “KOPI TOBA SAMOSIR”

Dilabel yang ada tidak terdapat informasi yang lengkap. Sebagai orang yang awam terhadap kopi menjadi penasaran. Barista mulai ritual pembuatan kopinya, dengan senjata andalan standard yaitu V60 diatas timbangan digital hario. Setelah beberapa menit ritual pembuatan kopi, ada ritual yang tidak umum yaitu taping filter diatas tabung penampung. Seperti proses memaksa air habis dari dari saringan. Yup setiap barista memiliki kebiasaan tersendiri.

Kopi yang telah siap, disajikan dalam tabung kopi dan sebuah gelas kecil didampingi segelas air putih. Minum kopi citra rasa minum alkohol, dengan single shot cup. Ritual minum kopi dimulai dengan tumpahan kopi diatas meja. Hahaha … maklum tangan belum terlatih untuk menakar kopi.

Sruput kopi dimulai … aroma kopi kurang tampak, rasa agak asam ciri khas kopi sumatera. Pada awal agak was-was biasanya kopi dengan rasa asam yang menonjol pada awalnya akan menjadi kecut pada saat menjadi hangat. Maklum bukan pengemar kopi panas. Ternyata … tidak seperti dibayangkan … kopinya masih tetap bisa di sruput … sruput dan sruput … dalam sekejap telah habis.

Berkeinginan untuk memesan kopi yang ke 2. Setelah melihat waktu … ups hari telah malam … waktunya tidur. Pesan gojek untuk balik kandang dan mimpi yang indah.

Edisi MIKO.

Teknologi Digital di Singapore

Setelah sekian lama tidak berkunjung ke negeri singa ini, kebetulan mendapatkan tiket murah dari penerbangan AirAsia yang dibeli setahun lalu. Karena berkeinginan memperlihatkan perkembangan negara lain kepada anak-anak, sehingga wawasan mereka dapat terbuka. Pada kunjungan ini, merasakan perubahan yang sangat besar, terutama terhadap teknologi. Sehingga berkeinginan untuk bercerita pada blog ini.

Continue reading “Teknologi Digital di Singapore”