Diantara Kamera Manakah yang Terbaik?

Pada saat duduk santai disalah satu counter kamera milik seorang sahabat, datang seorang pembeli yang berkeinginan untuk melihat-lihat kamera yang ada.

Dalam komunikasi yang ada mulai terjadi pembicaraan mana kamera yang terbaik FUJIFILM atau SONY. Pembeli tersebut sudah pernah mencoba dan melihat hasil dari FUJIFILM dan merasa nyaman dengan kamera tersebut. Namun, teman disekelilingnya menyarankan untuk menggunakan SONY karena lebih baik.

Argumentasi ini merupakan argumentasi yang sejak jaman dahulu terjadi, dimana salah satu produk merupakan produk terbaik. Pada jaman mirror, CANON dan NIKON selalu menjadi topik argumentasi.

Pada kenyataan, kamera manakah yang terbaik?

Jawabannya sebenarnya sangat sederhana.

  1. Kamera yang terbaik adalah kamera yang sesuai dengan kebutuhan kita. Setiap kamera memiliki kelebihan masing-masing. Baik secara warna maupun pelengkap.
  2. Lihat disekitar kita, lingkungan mayoritas menggunakan kamera apa, karena semakin banyak teman yang menggunakan kamera yang sejenis akan memudahkan kita berdiakusi.
  3. Budget, merupakan hal yang paling penting, ini menyangkut apa tujuan dari kita membeli kamera dan seberapa canggih kamera yang kita butuhkan.
  4. Paling penting dari kepemilikan kamera adalah memahami fungsi-fungsi dari kamera itu sendiri. Banyak orang tidak memahami fasilitas yang ada, sehingga banyak dari mereka membutuhkan kamera yang canggih hanya untuk hal yang sederhana.
  5. Berlatihlah setiap saat, hasil yang maksimal kita dapat karena kita rajin berlatih dan mencoba dengan komposisi yang berbeda.

Manakah kamera yang terbaik? Apakah FUJIFILM, SONY, CANON, atau NIKON?

Semua kembali pada kebutuhan kita, karena semua kamera tersebut adalah kamera terbaik, hanya kita sebagai seorang pengguna yang buruk sehingga menghasilkan foto yang buruk. Jadilah pengguna yang baik sehingga menghasilkan foto terbaik.

Pembangunan Infrastruktur vs Pembangunan Manusia

Saat ini pembangunan infrastruktur menjadi isu dan topik yang sangat hangat untuk diperdebatkan.

Isu yang paling sering diperbincangkan mengapa tidak membangun manusianya, lebih cenderung membangun infrastruktur yang tidak memiliki keuntungan bagi masyarakat. Pada sisi sebaliknya memandang membangun infrastruktur lebih penting.

Bagaikan pertanyaan telur dan ayam mana lebih dahulu ada?.

Mengaca dari penggalaman negara-negara yang telah sukses dalam mengambil sebuah keputusan seperti Thailand, Tiongkok. Maka keputusan untuk memilih membangun infrastruktur menjadi lebih baik.

Mungkin ini menjadi sebuah pertanyaan bagi sebagian besar orang. Mengapa infrastruktur?

Sangat sederhana jawabannya yaitu dengan terbentuknya infrastruktur diseluruh daerah, maka pemerataan dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di daerah masing-masing akan lebih tinggi, sehingga konsentrasi kesempatan kerja tidak terfokus pada area-area tertentu saja seperti saat ini seperti ibukota, area industrial areal.

Perpindahan hasil produksi akan lebih singkat dan cepat, sehingga biaya akan lebih rendah dan cepat sampai tujuan.

Bagaimana dengan pembangunan manusianya? Secara teori, dengan kemajuan sebuah kawasan akan secara tidak langsung akan memberikan kesempatan untuk masyarakat mereka untuk maju, karena mereka merasa mendapatkan kesempatan untuk maju.

Jika hanya melakukan pembangunan manusianya saja, pada kebanyakan orang-orang tersebut akan berpindah ke daerah lain maupun negara lain yang membutuhkan keahlian mereka. Jarang dari orang tersebut akan membangun daerah mereka sendiri, karena membutuhkan waktu yang lama dan tidak tersedianya kesempatan untuk mengimplementasikan keahlian mereka.

Jika berbenturan untuk memilih telur atau ayam, maka pilihlah yang dapat memberikan faedah untuk kemajuan bukan membuat sebuah keputusan untuk kepentingan pribadi.

Kena Hack?

Sering teman-teman menyebutkan account dirinya kena hack. Kadang kalanya sering terbentuk image yang negatif terhadap kata HACKER.

Mungkin konotatif ini terbentuk akibat film-film yang menceritakan dan menjelaskan kejahatan seorang HACKER.

Pada dunia IT, seorang HACKER masuk didalam hal yang positif, semisal menemukan peralatan untuk memanipulasi sebuah system atau menemukan kelemahan dari system yang ada lalu di publish ke kalayak agar dapat diperbaiki kelemahan tersebut.

Dari penemuan ini, alat-alat tersebut disalah gunakan untuk melakukan kejahatan. Orang tersebut tidak dapat disebut sebagai, HACKER dan lebih cenderung dipanggil SCRIPT KIDDIES.

Kembali ke topik awal yaitu kena hack. Apakah benar-benar terjadi? Semisal account FACEBOOK seseorang di ambil alih oleh seseoraang, apakah orang tersebut melakukan HACKING? ternyata tidak, mereka hanya melakukan SOSIAL ENGINERING. Dimana orang tersebut melakukan penipuan dengan mengarahkan pada kelemahan manusia pada umumnya, yaitu tidak mahu tahu dan tidak perhatian.

Beberapa contoh trick sosial enginering yang dilakuan pada kebanyakan, yang selalu disebut dengan KENA HACK.

  1. Handphone yang tidak terkunci tergeletak diatas meja, lalu diambil dan dilakukan update status ataupun mengirimkan pesan-pesan yang aneh-aneh kepada orang lain. Akhirnya pemilik account akan menyatakan permohonan maaf karena accountnya kena hack. Mungkin masuk katagori lalai terhadap peralatan yang dimiliki.
  2. Account mereka di clone oleh orang lain. Kena hack? Juga tidak, karena account mereka tetap dimiliki, hanya orang lain sengaja membuat account baru untuk menipu.
  3. Account asli di ambil alih oleh orang lain. Apakah benar-benar kena hack? Ups, mungkin masuk kedalam sosial enginering. Mungkin beberapa saat yang lalu seseorang melakukan request ganti password, lalu pihak pengada sosial network, email, dll melakukan konfirmasi. Pihak pemilik account yang sah menyetujui konfirmasi tersebut tanpa berpikir apakah benar-benar melakukan recovery password. Hack ??? Nope.

Bagaimana cara pencegahan?

  1. Sebenarnya sebagai orang awam, menghindari publikasi data secara vulgar. Kaeena banyak orang memposting data diri, foto dan status secara vulgar, sehingga akan sangat mudah dicari data-data penting untuk recovery password atau login mereka.
  2. Batasi security sharing informasi maupun status, sehingga orang tidak dengan mudah untuk mengambil informasi seperti friend list, foto dan data-data lainnya.
  3. Limit share informasi penting, seperti tanggal lahir, alamat atau data pendidikkan maupun keluarga. Karena recovery password sering dilakukan dengan menanyakan informasi mendasar seperti ini.
  4. Jangan terlalu mudah untuk menyetujui sebuah permintaan, baca dengan teliti, caritahu kebenarannya. Konfirmasi jika ada sesuatu yang curigakan.

Hack? Noway … script kiddies and sosial enginering? Yups that its …

Be ware …

Penipuan dan penipuan

Penipuan dengan konsep sosial engineering paling mudah dan efektif dilakukan. Karena konsep ini menggunakan konsep kelengahan dari pengguna alat bantu teknologi.

Mungkin dari awal sebelum mobile chat berkembang, sudah sering dilakukan pada sms, mms. Sebagai contoh sms INDOSAT (yang asli) lalu dibuat dari provider IND0SAT (O dari aslinya diganti dengan 0 nol).

Saat itu murni dari pihak pelaku penipuan mengirimkan sms tersebut. Saat ini menjadi berbeda, sejak adanya mobile chat seperti whatapp, bbm, maupun facebook chat. Penipuan ini semakin berkembang dikarenakan bantuan dari pihak pemilik mobile phone turut serta menyebarkan. Baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Semisal penipuan mengatasnamakan Garuda Indonesia, adidas, pajak.

Sebagai contoh dengan sengaja turut serta menyebarkan. Yaitu seseorang yang mendapatkan info promo dari sebuah perusahaan, promo tersebut terlihat menarik, tanpa memperhatikan tautan yang disertakan, orang tersebut meng klik tautan, maka secara tidak langsung membuka atau memberikan akses pada script yang disertakan. Maka seluruh orang dalam contact list akan menerima informasi tersebut.

Bagaimana dengan contoh yang tanpa sengaja. Pada saat seseorang sedang browsing, lalu ada pesan pop up dan tertekan tanpa sengaja. Maka orang ini akan menyebarkan iklan palsu tersebut.

Bagaimana menghindari penipuan ini, tindakan sederhana

  1. melihat keganjilan dari URL yang diterima
  2. Pastikan link yang diberikan jelas dengan cara mengetik ulang url yang diberikan, terutama situa penting seperti situs perbankan klikbca, mandiri, bni. Kadang kala url yang terlihat tidak sama dengan backgroind url.
  3. Pastikan tanda gembok dari situ benar2 teregister dan terdaftar pada domain situs bersangkutan.
  4. Yang paling penting jangan iaeng untuk mengklik tautan.

UU, Aturan dan Ketertiban Berkendaraan

Negara kita memiliki undang-undang yang sangat lengkap dan bisa dikatakan sangat detail baik secara kejelasan dalam penjelasannya maupun penekanan.

Namun dengan undang-undang yang super ketat dan penuh dengan detail apakah akan menyurutkan niat seseorang untuk tidak melakukan pelanggaran?

Kecelakaan dan pelanggaran tetap terjadi baik didepan mata penegak hukum maupun kucing-kucingan antara penegak hukum dengan pelaku pelanggaran.

Sedangkan dibeberapa negara, undang-undang tidak seberapa detail, malahan bisa dikatakan sangat sederhana. Banyak orang takut melakukan pelanggaran bagaikan melihat hantu didepan mata, walaupun hantu tersebut tidak tampak.

Sebagai contoh sederhana. Di Indonesia, pengendara motor wajib menggenakan helm ber SNI (dengan penekanan), menggunakan GPS pada handphone kecuali GPS portable. Sedangkan di Amerika hanya mewajibkan menggunakan kaca mata hitam di siang hari dan menggunakan kaca mata bening dimalam hari. Namun kecelakaan di Indonesia mayoritas sering terjadi dan sampai meregang nyawa.

Kita sering melihat kendaraan menabrak pembatas jalan atau sisi lain dari jalan raya. Kecelakaan akan memberikan vonis kepada dinas terkait karena salah memasang perangkat. Jika dilihat pada saat awal pemasangan kondisi sesuai dengan aturan, namun setelah beberapa kali kecelakaan akan menjadi pembatas asal jadi.

Di Indonesia mungkin kita bisa melihat banyak polisi yang harus mengatur lalu lintas, kadang kala untuk 1 jalur membutuhkan lebih dari 4 polisi, akan tetapi kesemrawutan selalu tidak dapat dihindari. Baagaimana di negara lain, sebuah perempatan hanya diatur oleh seorang polisi yang berdiri ditengah-tengah perempatan. Kadang kala mereka sampai bertingkah bagaikan seorang penari untuk menghindari kejenuhan.

Mengapa bisa terjadi hal yang berbanding terbalik antara negara yang memiliki aturan yang lengkap banyak terjadinya pelanggaran, namun aturan sedikit memiliki tingkat pelanggaran yang rendah? Coba kita menelaah dari sebuah sejarah pendidikkan berlalu lintas.

Kita memiliki aturan bagi pengendaraan motor minimal berusia 17 tahun untuk mendapatkan surat mengemudi, namun ada uu (baca perjanjian) tidak tertulis dimana anak-anak sekolah diberikan kompensasi berkendaraan sendiri untuk tujuan kesekolah. Sedangkan negara yang tertib lalu lintas akan selalu memberikan seseorang berkendaraan setelah lolos dari ujian berkendaraan.

Di Indonesia orang bisa belajar berkendaraan dahulu dengan aturan sesuai dengan yang mereka anggap benar, baru dapat mengikuti ujian tulis dan praktek. Sedangkan dibeberapa negara, sebelum seseorang belajar mengemudi, maka orang tersebut harus lulus ujian tulis yang didalamnya mengandung aturan-aturan berlalu lintas, setelah mereka lulus ujian tulis maka akan diberikan surat ijin sementara untuk latihan berkendaraan dengan didampingi oleh orang yang telah memiliki surat mengendarai kendaraan. Setelah merasa mampu, maka mereka bisa mengambil ujian praktek.

Di Indonesia jalur memiliki banyak pengecualian, seperti aturan sederhana, dimana sebuah jalur memiliki tanda perboden atau dilarang masuk, namun dibawahnya akan tertulis KECUALI SEPEDA MOTOR. Sehingga membuat orang akan selalu berasumsi tanda dilarang masuk hanya berlaku bagi kendaraan roda 4. Negara lain memiliki aturan baku, dilarang masuk ya pasti dilarang masuk bagi siapa saja.

Penegak hukum pun banyak yang tidak memahami aturan yang mereka miliki. Sehingga sering terjadi timpang tindih. Kadang kalanya memang mempermudah agar proses mempercepat penguraian lalu lintas, namun akan mejadi kebiasaan yang legal bagi pengendara atas kompensasi pelanggaran. Semisal, diarahkan sepeda motor barbaris didepan lampu traffic, sehingga menjadi kebiasaan bagi pengendara untuk menumpuk diarea berbahaya tersebut.

Kembali ke cerita kecelakaan terhadapat beton pemisah daripada jalan 2 arah. Banyak pengendara yang menyatakan tidak melihat pembatas jalan tersebut pada saat terjadi kecelakaan, sehingga penjadi kesalahan bagi dinas terkait atas pemasangan tersebut. Memang kita sering melihat beton pembatas lambat laun berubah karena hancur atau rusak karena terbentur kendaraan yang melintas. Apakah menjadi kesalahan dari beton pembatas?

Seandainya seseorang mengetahui aturan seperti garis tanpa putus ditengah jalan, berarti seseorang tidak boleh melewati pembatas tersebut, seandai orang mentaat aturan tersebut maka orang tersebut tidak pernah berhadapan secara langsung dengan beton pemisah (beton pemisah berada di garia tersebut). Bagaimana dengan kendaraan yang menabrak beton tersebut? Sering menjadi hancur berkeping-keping karena mereka berkendaraan melebihi kecepatan maximal dari batas atas berkendaraan.

Mari tertib berlalu lintas untuk menjadi manusia yang tertib. Mari kita membuat aturan yang bertujuan untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan tertentu.

Sederhana itu indah.

Cold Brew

Cold brew coffee, mungkin salah satu opsi bagi penggemar kopi. Saat ini cold brew mulai digandrungi banyak orang, dikarenakan banyak cerita positif dari cerita negatif kopi seduh.

Perusahaan besar seperti Starbuck juga menyediakan cold brew (bagi saya lebih cocok dibilang kopi nitro, karena cold brew mereka di inject dengan nitro).

Beberapa teman roaster seperti Seniman cafe di ubud menyediakan Cold Brew dengan berbagai rasa, sampai dengan rasa alcohol (belum tahu apakah ada di cafe mereka, karena mencicipi kopi versi ini di area cupping, itupun disuguhi oleh perciknya langsung).

Kembali ke isi dari buku ini. Tulisan dalam buku ini cukup ringan untuk dicerna bagi orang yang mengerti bahasa Inggris minim seperti saya. Penjelasannya langsung ke Inti. Dengan kata lain, berat tapi ringan, yaitu isinya berbobot namun mudah di mengerti.

Sebenarnya, didalam buku ini tidak hanya menjelaskan tentang cold brew saja, tapi mengandung inti yang lengkap bagi orang yang suka bermain dengan cita rasa kopi. Rahasi mengulik kopi ditulis secara gamblang.

Jadi … buku ini bisa masuk dalam katagori recommended jika ingin mengenal dunia perkopian.

Ayuk kita kilik kitik kopi …

Wibawa yang Sirna

Seorang guru merupakan penganti orang tua disekolah bagi anak-anak maupun remaja didalam mendidik maupun mengarahkan dalam proses pencarian jati diri.

Seorang guru memberikan petunjuk bagi muridnya bagaimana menjadi orang yang bertanggung jawab, memiliki budi pekerti dan memberikan petunjuk bagaimana menggapai masa depan.

Kewibawaan seorang guru merupakan salah satu ujung tombak agar dalam proses pendidikan, sehingga anak didik akan memberikan perhatiannya secara penuh, sama halnya dengan kewibawaan orang tua terhadap anaknya.

Namun, kewibawaan ini telah sirna dikarenakan banyaknya teori dan aturan yang terbentuk di masyarakat sehingga seorang guru hanya menjadi seekor sapi yang dicocok hidungnya, pada akhirnya anak-anak saat ini bagaikan kata kiasan di beri hati minta kepala.

Jika mengingat pada saat sekolah dahulu, dimana aturan masih minimum, namun rasa menghargai baik kepada orang tua maupun guru di sekolah masih sangat tinggi.

Kenakalan yang dilakukan oleh murid saat itu masih masuk dalam katagori kewajaran. Dan seorang guru akan mampu memberikan kartu kuning kepada anak didik mereka dan mereka akan mengingat kartu kuning tersebut agar tidak terulang kembali.

Saat ini segala sesuatu berbanding terbalik, tidak sedikit anak-anak mereka melakukkan perlawan dengan kekerasan terhadap guru mereka dengan dukungan dari orang tua dan atau mereka melakukan kekerasan terhadap orang tua mereka.

Apa yang salah dengan semua ini?

Apakah terlalu banyak aturan yang dibuat namun tidak mengena pada poin yang dituju?

Apakah terlalu banyaknya contoh-contoh negatif yang beredar dilikungan sehingga anak-anak akan mencontoh dan mengamalkannya?

Kita tidak tahu apa yang salah …

Haruskah kita harus mengembalikan kembali WIBAWA YANG SIRNA?

Konsep Penipuan dengan Sosial Enginering dan Keilmuan Seseorang

Mungkin banyak orang menerima sebuah penawaran yang menarik yang dikirim oleh seorang kerabat, sahabat maupun teman. Baik dalam bentuk email, sms maupun melalui berbagai sosial media.

Namun, tidak semua penawaran yang menarik benar-benar dikirim oleh pemilik account/gadget yang sah, karena kemungkinan besar dilakukan oleh pihak lain melalui bot yang telah telah tertanam tanpa sengaja oleh pemilik gadget.

Mengapa bisa terjadi, padahal pemilik gadget telah memastikan tidak pernah menginstall virus, bot atau aplikasi berbahaya. Apalagi orang tersebut berpendidikan tinggi dan berpengalaman dibidangnya.

Trik penipuan dengan konsep Sosial Enginering tidak memandang seberapa tinggi ilmu yang kita miliki, apa bidang keilmuan kita, dan jabatan kita. Karena trik penipuan secara sosial enginering membutuhkan ketelitian dan mawas diri kita.

Kita harus dapat memilah sebuah kebenaran dari berita, ketelitian dari tulisan dan tidak segan untuk bertanya kembali kepada pihak yang mengirimkan.

Trik penipuan secara sosial enginering ini tidak terpaku hanya pada dunia teknologi, namun dikeseharian sering terjadi. Seperti transfer uang dgn jumlah besar tanpa sengaja karena merasa di hipnotis.

Apakah benar telah terjadi hipnotis? Mungkin tidak yang menghipnotis seseorang adalah sebuah gimik karena keserakahan.

Semisal lawan bicara kita mengabarkan seseorang memenangkan hadiah yang besar dan akan dilakukan transfer uang hadiah yg akan dilakukan secara langsung ke rekening pemenang. Maka alam pikiran kita akan berpikiran positif terhadap penipu tanpa memandang kenyataan atau hanya memenangkan hadiah dalam angan-angan semata.

Contoh lain yaitu seseorang memenangkan hadiah mobil BMW dari salah satu permen coklat dan mewajibkan transfer sejumlah uang untuk membayar pajak undian.

Dan salah satu contoh terkini yaitu seseorang mendapatkan tiket gratis dari penerbangan dgn cara mengklik tautan.

Mari kita mencoba menganalisa satu persatu. Semisal undian hadiah BMW dari perusahaan coklat yang cukup terkenal. Hal ini terjadi pada salah satu staf IT pada perusahaan telekomunikasi.

  1. Kita memenangkan undian BMW, apakah kita pernah mengikuti undian tersebut? Pada paat itu orang yang merasakan memenangkan undian tidak pernah mengirimkan undian, beli coklatnya saja tidak pernah.
  2. Apa promo undian pada saat itu, apakah sesuai dengan hadiah yang kita menangkan? Ternyata cek dan re-cak saat itu pihak perusahaan coklat memberikan gratis tour ke New York.
  3. Dimana undian tersebut diumumkan, apakah kita telah memastikan nama kita tercantum didalamnya? Ternyata undianya sudah lewat beberapa bulan yang lalu.

Cukup menarik bukan? Seseorang yang tidak pernah mengirimkan undiang telah memenangkan undian.

Mari kita lanjutkan dengan menganalisa tautan tiket gratis.

  1. Siapakah yang mengirimkan tautan tersebut, apakah tautan tersebut benar-benar dikirimkan oleh orang tersebut.
  2. Apa isi dari tautan tersebut apakah masuk akal atau tidak. Apakah airasia benar-benar lagi merayakan ulang tahun?
  3. Perhatikan tulisan dalam tautan tersebut apakah benar? Coba perhatikan tulisan tautan airasia. Perhatikan huruf i kedua pada airas[i]a patut dicurigai. Bagaimana dengan delta, perhatikan huruf a pada delt[a] sersa ganjil?
  4. Jgn klik secara langsung link tersebut. Lakukan pengetikkan ulang pada browser untuk menghindari script yg tersembunyi.

Ah ternyata teliti itu sederhana, tidak membutuhkan jabatan atau pendidikan yang tinggi.