Jadi teringat sering mendapatkan pertanyaan berapa punya anak, kok hanya segitu, tambah lagi. Pertanyaan ini selalu terngiang – ngiang ditelinga.
Bukan maksud mempertimbangkan kapan untuk memiliki momongan baru, malah sebaliknya apa yang akan dilakukan oleh keturunan kita dimasa yang akan datang. Continue reading “Moderenisasi Sebuah Peradaban atau Pemusnahan Masal”
