Moderenisasi Sebuah Peradaban atau Pemusnahan Masal

Jadi teringat sering mendapatkan pertanyaan berapa punya anak, kok hanya segitu, tambah lagi. Pertanyaan ini selalu terngiang – ngiang ditelinga.

Bukan maksud mempertimbangkan kapan untuk memiliki momongan baru, malah sebaliknya apa yang akan dilakukan oleh keturunan kita dimasa yang akan datang.

Persaingan dan kecanggihan teknologi semakin mengurangi akan kebutuhan tenaga kerja. Semakin banyak peran dari manusia digantikan oleh robot, pemasaranpun diarahkan menjadi digitalisasi.

Beberapa negara maju seperti Jepang dan beberapa negara di eropa, populasi manusia semakin merosot tajam, dikarenakan beban hidup yang tinggi dan cenderung masyarakatnya menghindari diri untuk memiliki keturunan.

Mungkin jaman dahulu banyak orang menjadi sebuah keuntungan, dikenal dengan people power. Semakin banyak masa yang dimiliki akan memegang peran yang tinggi.

Saat ini people power berganti menjadi money and knowledge power, dimana seseorang yang memiliki ilmu atau uang akan menguasai yang lainnya.

Jadi kemana kita akan bermuara, tetap menjadi manusia yang selalu dibodohi oleh manusia lain atau belajar dan maju untuk bersaing agar tetap hidup.

ADreamer